Enno KimLee Presents

“Hyung”

Main Cast : YeWook

Rate : T

Warn : BoyxBoy, drama, fluffy, alur sesuka hati

Don’t Like..?? Don’t Read..!!

If you’ve read, please leave a comment

It’s easy, Right?

No CoPas.. Okeh..

.

.

.

YeWook saling memiliki.

YeWook masih terikat SM Ent.

YeWook punya orang tua, saudara-saudara nya, serta shipper.

Tapi Yesung punya saya, dan cuma dengan Baby Wookie saya rela berbagi.

Dan cerita ini milik saya.

“Maaf, apa kursi di sebelah Anda kosong?” tanya Ryeowook sopan. Tetapi lelaki bertopi hitam itu tidak menjawab.

Ryeowook memandang heran lelaki itu. Menggunakan pakaian serba hitam di pagi yang cerah ini, aneh sekali.

“Maaf, apa kursi ini kosong?” Ryeowook kembali bertanya. Namun lagi-lagi tak mendapat respon.

Boleh tidak jika tas ransel itu ia pindahkan ke tempat penyimpanan barang diatas?.

Ryeowook menghembuskan napasnya kesal. Ia terlambat bangun dan kini setelah dengan sopan bertanya tapi tak terespon dengan baik. Jika saja ia tak berlari ke stasiun kereta, bisa di pastikan jika ia akan benar-benar terlambat ke sekolah.

“Duduklah, Ryeong,” ujar laki-laki bertopi itu.

Ryeowook mengerjapkan matanya, laki-laki yang kini menatapnya.. “Yesung hyung?,” tanya Ryeowook.

“Ya.” Yesung tersenyum kecil, membuat kedua pipi Ryeowook merona.

“Kenapa naik kereta? Biasanya hyung berangkat naik mobil, kan?”

Ryeowook bertanya setelah ia duduk di sebelah Yesung. Setahunya, Yesung itu berangkat kuliah menggunakan mobil Audi putihnya.

“Oh koq hyung tahu jika orang didepanmu adalah aku?”

Hyung melihatmu saat pintu kereta tertutup”

Ryeowook menyandarkan tubuhnya. Tiba-tiba saja ia mual.

Uhh~

Ryeowook mengeluh dan mengusap lembut perutnya. Membuat Yesung menyentuh lengan atasnya serta bertanya tentang “Kenapa? Perutmu sakit?”

Ryeowook menarik napas dan berkata, “Ya”

Wajah Ryeowook kini terlihat pucat dan Yesung jadi khawatir.

.

.

.

“Kenapa melewatkan sarapanmu, hm?”

Yesung bertanya seraya menyingkirkan helaian rambut di kening Ryeowook. Saat ini Ryeowook duduk bersandar padanya. Mereka dalam perjalanan pulang menggunakan taksi.

Setelah melihat wajah Ryeowook yang pucat dan mengaduh sambil mengusap perutnya, Yesung langsung mengajaknya turun di stasiun terdekat. Lalu mereka pergi ke klinik yang letaknya hanya 100 meter dari stasiun.

“Aku terlambat bangun, jadi tidak sempat sarapan”

“Bukankah bisa makan roti diperjalanan?”

Ryeowook memejamkan matanya. Rasanya ingin tidur saja. Apakah obat yang diberikan tadi mengandung obat tidur?, pikirnya.

“Aku pergi terburu-buru, mengejar kereta, hyung

Yesung berdeham, selalu saja ucapannya dijawab oleh Ryeowook. Ia jadi sedikit kesal dengan adik kesayangannya ini. Yesung itu anak pertama dari dua bersaudara, sedangkan Ryeowook anak tunggal.

Oh selain adik kesayangan, Ryeowook juga sudah mencuri separuh hati Yesung sejak pertama kali mereka berkenalan di halaman rumahnya. Ryeowook itu satu sekolah dengan sang adik tapi berbeda kelas.

“Setelah sampai rumah, jangan lupa obatnya diminum”

“hmm~”

“Itu ada obat yang diminum sebelum makan, baca aturan pakainya, jangan asal diminum, Ryeong”

“Iya, hyung

“Nanti makan bubur saja, minta buatkan bibi Jang. Maagmu kambuh karena terlalu banyak makan yang asam dan pedas”

Ryeowook mengangkat kepalanya yang bersandar di bahu Yesung lalu berkata, “Hyung berisik sekali, sih”

Membuat Yesung menghela napas lalu menatap ke jalanan.

.

.

.

Ryeowook perlahan melingkarkan lengannya pada pinggang Yesung dan kembali menyandarkan kepala pada bahunya beberapa saat kemudian. Ia tahu Yesung khawatir padanya.

Ini masih setengah perjalanan menuju rumahnya, masa mereka hanya saling mendiamkan?

“Jangan marah, hyungie~,” ujar Ryeowook akhirnya.

“hmm”

“Aku akan minum obatnya dengan benar dan minta bibi Jang membuatkan bubur”

“Memang begitu seharusnya”

Ryeowook mempoutkan bibir tipisnya. Ia sedikit kesal jika Yesung berbicara seperti ini. Tanda bahwa ia sedang marah.

“Besok aku pasti sudah sembuh dan bisa kembali sekolah”

“Baguslah”

Hyung!”

Ini kan pertemuan pertama mereka setelah tiga hari yang lalu mengatakan perasaannya masing-masing, saling menyayangi. Tapi pertemuan ini terjadi saat Ryeowook dalam kondisi tidak sehat.

Sudah sakit, masa ia harus bertengkar dengan hyung tersayangnya?

Lamunan Ryeowook terputus saat Yesung melepas rangkulan mereka dan kini saling menatap lalu berkata, “Hyung khawatir padamu,” ujar Yesung seraya mengusap pipi Ryeowook.

Ryeowook merasa saat ini sikap hyungnya tak seperti biasa. Yesung mengusap pipi bahkan balas memeluknya. Biasanya hanya menggenggam jemarinya saja.

Jadi, apakah saat ini mereka adalah pasangan kekasih?

Oh.. Ryeowook akan bertanya nanti setelah mereka sampai rumah.

Ryeowook melirik supir taksi di depan sana. Untunglah sang supir tetap fokus pada pekerjaannya, mengemudi. Ia tersenyum simpul lalu menautkan jemari mereka sebelum menyandarkan kepalanya dibahu Yesung dan kembali memejamkan mata.

..The End..

.

.

FF ini untuk Yesung karena tgl 24 Agustus adalah hari istimewanya.

Selamat ulang tahun, hyung tersayangnya baby Ryeong!

Baru bisa ngEDIT, jadi telat kasih kadonya deh

Semoga kalian makin banyak moment yah ^^

Dan untuk kalian yang masih setia dengan pasangan ini, jangan lupa vitamin buat aku.

.

.

Last,

Wanna give me a Review…??