♥♥ Love Yourself & Always Keep The Faith ♥♥

Tag Archives: Heartbeat

Previous Chap :

“Kau terpesona padaku ya?” tanya Yunho sambil menatap kedua bola mata Jae Joong seraya menangkupkan kedua tangan di depan dadanya.

Reflek, Jae Joong menganggukkan kepalanya. Membuat Yunho menampilkan senyum simpulnya.

Sebenarnya Yunho hanya iseng bertanya seperti itu tapi apa yang ia dapatkan? Sebuah anggukan dari Jae Joong.

Oh.. Benarkah yang ia lihat?

Jadi.. Bolehkah Yunho mengartikan bahwa Jae Joong mulai “melihatnya?”

Enno KimLee Presents

“Heartbeat – Chap 7”

Main Cast : YunJae

Slight : YooChun, Changmin,

Baca lebih lanjut

Iklan

Previous Chap :

“Bagaimana kabarmu hmm? Ahh, aku sungguh merindukanmu. Sayang sekali Jiyoung tak bisa menemaniku malam ini”

Jae Joong tersenyum, ia senang mendengar perkataan Seung Hyun lalu tak sengaja matanya melihat Yunho yang berdiri beberapa langkah di belakang Seung Hyun. Ah, rupanya Yunho terhalang oleh tubuh Seung Hyun. Dan seketika Jae Joong menarik lengan Seung Hyun dan mendekat ke arah Yunho.

“Oh Hyunie-ah, ini Jung Yunho, Bossku. Dan Yunho Sajangnim, ini Choi Seung Hyun, sahabatku”

‘What?? Sahabat? Jadi beberapa hari ini aku salah sangka?’ Pikir Yunho dan menjabat tangan Seung Hyun yang terulur

“Jung Yunho” ucap Yunho kemudian.

…….

…….

Enno KimLee Presents

“Heartbeat – Chap 6”

Main Cast : YunJae

Slight : Leeteuk, JiHye

Baca lebih lanjut


Previous chap :

“Hari ini kita akan bertukar kado bukan?. Mengapa kau terlihat tak bersemangat?” Tanya Yunho dan membuat Jae Joong menganggukkan kepalanya.

“Naiklah.. Akan kubuatkan kopi agar kau lebih bersemangat” ajak Yunho menepuk bahu Jae Joong.

“Kau naik saja duluan. Aku akan mengumpulkan kadonya ke Changmin dulu. Aku tak mau jika ia sampai meminta dengan suara khasnya” ujar Jae Joong seraya membuka tas selempangnya (?).

“Aish~ Kado ku. Kadoku tertinggal” ujar Jae Joong saat tak menemukan kadonya di dalam tas dan segera berlari ke luar -pulang-.

Meninggalkan Yunho yang menatapnya dengan senyum simpulnya.

…….

…….

Enno KimLee Presents

“Heartbeat – Chap 5”

Main Cast : YunJae

Slight : YooMin, T.O.PJae

Baca lebih lanjut


Previous Chap :

Leeteuk mengangkat kedua tangannya lalu menangkupkan wajah kecil Yunho. “Kau seperti bukan Jung Yunho yang selalu bisa mengatasi masalahmu. Dulu kau bisa menghindar dari seorang Tiffany yang sangat menggilaimu. Tapi mengapa sekarang tak bisa untuk mengetahui seperti apa namjamu itu, huh?” ujar Leeteuk seraya menepuk-nepuk pelan pipi Yunho.

Ceklek..

“Ehh??” pintu terbuka dan langsung terdengar seruan.

Seruan dari suara yang sangat dihafal Yunho.

…….

…….

Enno KimLee Presents

“Heartbeat – Chap 4”

Main Cast : YunJae

Slight : Yoochun, Leeteuk

Baca lebih lanjut


Previous Chap :

“Kau mau? Ambil sendok dan kita makan bersama” ajak Jae Joong ketika ia meletakan sendoknya dipiring nasi pada Yunho, pemilik suara baritone telah berada dimejanya dan duduk dihadapan Jae Joong.

Yunho tak menanggapi perkataan Jae Joong, sekarang ia malah mengikuti ulah Yoochun. Membuka mulutnya dan mencondongkan tubuhnya ke Jae Joong saat ia menyendok sup daging itu lagi.

Jae Joong yang melihat tingkah Yunho hanya memutar bola matanya, membuat Yoochun terkekeh dan terdiam seketika saat Jae Joong ternyata menyuapkan sup itu pada Yunho.

Oh Kim Jae Joong!

Pilih kasih eoh?

Poor Yoochun.

Enno KimLee Presents

“Heartbeat – Chap 3”

Main Cast : YunJae

Slight : YooMin, Leeteuk

Baca lebih lanjut


Previous chap :

Voila~ doanya terkabul. Sebuah nama yang ia kenal dan tentu saja yang membuat jantungnya selalu berdetak cepat.

YUNHO?? Oh Tuhan~” Jae Joong menghela nafas dan melipat kembali kertas itu lalu memasukkannya kesaku celananya.

…….

……

Enno KimLee Presents

“Heartbeat – Chap 2”

Main Cast : YunJae

Slight : ChunJae, YooMin

Baca lebih lanjut


Jantungnya berdebar kencang ketika Jae Joong melihat seorang lelaki duduk didepannya.

Ia sungguh penasaran dengan lelaki itu yang dari tadi hanya fokus pada komputer di hadapannya, tak bergeming padahal waktu makan siang sudah dekat.

…….

…….

Enno KimLee Presents

“Heartbeat – Chap 1”

Main Cast : YunJae

Slight : ChunJae

Rate : T

Warn : Boy x Boy, hurt (?), friendship

Yang ga’ suka yaoi, ga’ suka YunJae, langsung klik back aja.

No bash.. No flame.. No copy-paste.

Saya cinta damai.

 *******

Semua Cast punya Tuhan, agency-nya masing-masing, orang tua, saudara-saudara mereka, fans, serta shipper.

YunJae saling memiliki..

YunJae saling melengkapi..

Hanya cerita ini yang milik saya

Happy Readiiiiing 🙂

*******

“Kim Jae Joong, kau duduklah di sana. Nanti akan kuberitahu apa saja pekerjaanmu setelah Direktur datang” ucap seorang lelaki yang bertemu denganku saat aku bertanya pada resepsionis di lantai bawah dan mengantarkanku ke lantai empat ini.

Aku mengikuti arah tangannya yang menunjuk pada sebuah meja dan kursi yang ternyata hanya berjarak tiga meja dari tempatku berdiri. Setelah memberitahu tempat dudukku, lelaki itu berjalan menuju ruangannya.

“Kau karyawan baru?” Lelaki bersuara husky bertanya saat aku melewati meja kerjanya.

“Ahh nee~ Aku karyawan baru disini. Mohon bantuannya” jawabku seraya tersenyum dan menganggukkan kepalaku.

Lelaki itu berdiri dan mengulurkan tangannya. “Aku Park Yoochun. Kau?” Ujarnya setelah uluran tangannya kusambut.

“Aku Kim Jae Joong, Yoochun hyung” ucapku.

“Hyung? Apakah aku terlihat tua ya? Umurku baru 24 tahun loh, Jae” jawabnya sambil merapihkan tatanan rambutnya.

Aku terkekeh melihat lelaki di depanku ini. ‘Baru 24 tahun tapi seperti 27 tahun dan kelakuannya seperti anak belasan tahun’ pikirku.

“Hey~ kenapa kau tertawa huh? 24 tahun itu masih mudakan, belum tua” ujarnya ketika melihatku terkekeh dan aku hanya menggelengkan kepala.

Ruangan yang tadinya hanya terisi 5 orang, kini sudah mulai ramai. Akupun mendudukkan diriku yang ternyata di sebelah meja kerja Yoochun. Menunggu Leeteuk hyung -nama Direktur yang diberitahu oleh Yoochun- datang.

*******

Hari pertamaku bekerja sangat menyenangkan. Pekerjaanku pun tak terlalu membingungkan. Ternyata para pekerja disini sebagian besar berumur di bawah 30 tahunan, hanya beberapa yang sudah menikah dan mempunyai anak. Aku mengetahui itu dari pembicaraan kami saat makan siang tadi.

Aku membaringkan tubuhku di ranjang dan menatap langit-langit kamar. “Terima kasih, Tuhan. Terima kasih dengan berkatmu” ucapku kemudian menuju kamar mandi.

Setelah membersihkan diri, akupun menuju meja makan dan duduk disana. “Kenapa sepi sekali ya?” Gumamku lirih. Seketika, mataku melebar ketika melihat sebuah catatan kecil yang tertempel di tempat sendok dan garpu.

“Hari ini umma dan appa mengunjungi halmoni di Busan, ia sedang sakit. Kau baik-baiklah di rumah. Jangan membawa teman wanitamu selama kami tak ada. Makanlah sup rumput laut ini dan selamat atas pekerjaan barumu”

“Teman wanita? Ya! Yang benar saja umma.” Ujarku dan mulai memakan sup rumput laut dan daging asap serta telur gulung dan nasi putih yang tersedia diatas meja makan.

*******

Jantungnya berdebar kencang ketika Jae Joong melihat seorang lelaki duduk didepannya. Sudah seminggu ia bekerja di kantor ini, tapi baru hari ini melihat lelaki itu. Lelaki dengan tatapan tajam dan bibir berbentuk hati, serta hidung mancungnya. Sepertinya karyawan yang lain sedang sibuk, sehingga ada seseorang yang datang dan duduk di hadapannya mereka hiraukan.

Jae Joong mencuri pandang ke arah lelaki di depannya. Ia sungguh penasaran dengan lelaki itu yang dari tadi hanya fokus pada komputer di hadapannya, tak bergeming padahal waktu makan siang sudah dekat.

Jae Joong lagi-lagi mencuri pandang kearah lelaki di depannya. Seketika ia terperangah melihat lelaki yang baru beberapa jam yang lalu datang, kini sudah membereskan mejanya dan memasukkan barangnya kedalam tas dan bergegas keluar. Jae Joong hanya bisa memandang kepergian lelaki itu. “Apa-apaan lelaki itu” gumamnya lirih.

“Tak usah heran begitu, Jae hyung. Aku melihatmu yang menatapnya dari tadi. Namanya Yunho dan ia seorang IT disini. Ia tak seperti kita yang datang tiap hari, ia hanya datang jika Leeteuk hyung memanggilnya” jelas Yoochun saat mendengar gumaman Jae Joong dan tentu saja dengan embel-embel hyung karna Yoochun tahu bahwa Jae Joong dua tahun lebih tua darinya.

Jae Joong tersenyum kikuk. Ternyata tingkahnya dari tadi terlihat oleh Yoochun. Ia menggeser kursinya dan mendekat pada Yoochun. “Mengapa hanya datang jika di panggil? Bukankah seharusnya ia standby disini?”

Yoochun memajukan kursi dan menumpu tangannya di meja, lalu memalingkan wajahnya kearah Jae Joong disampingnya. “Yunho hyung memang seperti itu. Ia hanya datang untuk mengecek dan yaa kau lihat saja nanti” ujar Yoochun kemudian memundurkan kursinya dan keluar ruangan.

*******

Dua bulan kemudian..

Jae Joong sedang membalas email dari rekannya ketika tiba-tiba layar di depannya menghitam -mati-. Ia menoleh kearah Yoochun yang sedang menelepon dan melihat komputernya yang tetap menyala. Ia memundurkan kursinya dan menggesernya agar mendekat pada Yoochun kemudian mencolek bahunya yang membuatnya menoleh.

“Ada apa Jae hyung?” Tanya Yoochun ketika ia menjauhkan teleponnya sejenak.

“Komputerku tiba-tiba mati saat sedang menulis email. Bisa aku meminjam komputermu sebentar? Aku harus memberi kabar pada cabang kita di JeJu” jelas Jae Joong.

“Silahkan saja. Aku juga akan keluar setelah ini. Jadi kau bisa memakainya cukup lama” ujar Yoochun kemudian bangun dari kursinya dan pindah sambungan telepon ke meja Jae Joong.

Jae Joong menatap sekitarnya, hanya ada lima orang diruang itu termasuk dirinya dan Yoochun. Jangan heran dengan keadaan sekarang. Ini adalah hari sabtu dan tak semua karyawan datang. ‘Jadi nanti hanya tinggal kami berempat?’ Pikir Jae Joong.

50 menit kemudian..

Jae Joong sedang membalas chat ketika ia menghirup aroma segar mint yang membuatnya menoleh. “Ehh, kau mengagetkanku Yunho-ah” ujar Jae Joong ketika ia melihat Yunho sedang berdiri di belakang kursinya.

“Mengapa tak memberitahuku jika komputermu mati tiba-tiba?” Tanya Yunho langsung pada Jae Joong yang kembali mengetik sesuatu diatas keyboard itu.

“Bukankah kau sedang mengecek sistem di komputer inti di ruang Leeteuk sajangnim? Aku bisa memakai komputer Yoochun dahulu, kebetulan ia sedang keluar” jawab Jae Joong.

Yunho perlahan menarik kursi di tempat Jae Joong dan duduk disana. Ia menoleh sebentar dan kemudian menundukkan tubuhnya, mengecek kabel-kabel yang tersambung.

Yunho segera menyandarkan tubuhnya ketika ia selesai memeriksa kabel dan mencoba menyalahkan komputer itu. “Hard disknya eror. Aku akan memperbaikinya nanti. Kau pakai saja komputer Yoochun dulu, ia tak akan kembali kekantor hari ini” jelas Yunho dan hanya dibalas gumaman oleh Jae Joong.

Bukan. Jae Joong bukan mengacuhkannya. Yunho sangat tahu itu. Mereka -YunJae- memang seperti itu dan mereka nyaman-nyaman saja. Tak ada yang mengeluh dengan hubungan yang ‘dingin’ itu.

Jae Joong duduk dengan tenang saat ini, tapi tidak dengan debaran jantungnya. Jantungnya suka berdebar tak karuan jika ia tak sengaja bertatapan dengan Yunho. Nah.. Apa lagi sekarang? Ia berada dekat dengannya dan dapat mencium jelas aroma tubuh Yunho!

‘Tenang Jae. Tenang. Kau tak boleh mempermalukan dirimu.’ Pikir Jae Joong.

Jangan bingung tentang Yunho yang tiba-tiba berdiri di belakang Jae Joong. Tadi setelah Yoochun keluar ruangan, ia memberitahu Yunho bahwa komputer Jae Joong tiba-tiba mati dan mengabarkan jika hari ini akan tugas diluar dan tak akan kembali ke kantor.

*******

Ruangan itu terlihat sepi ketika Jae Joong datang. Ia hanya menemukan Yunho yang berada didalam ruangan boss nya yang terlihat karna pintu tak tertutup.

Jae Joong memencet tombol power untuk menyalahkan komputernya dan ia duduk tanpa melepas sweeter putihnya. Kini sudah memasuki bulan februari, musim semi dengan angin musim dingin berhembus menemani paginya.

Jae Joong menyandarkan tubuhnya pada kursi dan memejamkan sejenak matanya. Ia merasa sangat mengantuk, padahal semalam ia tidur cukup, delapan jam. Tanpa mengetahui bahwa seseorang memperhatikannya dari balik pintu.

Yunho.

Yaa, Yunholah yang memperhatikan Jae Joong. Ia menatap wajah damai Jae Joong yang terlelap. ‘Benarkah ia tidur?’ Pikir Yunho.

Penasaran, dengan langkah perlahan, Yunho menghampiri Jae Joong dan berdiri disampingnya. Memandang Jae Joong dari dekat tanpa mengetahui bahwa Jae Joong sedang berusaha keras untuk tetap memejamkan matanya, pura-pura tidur. Ia memang mengantuk dan ingin tidur sebentar, toh jam kerja baru akan mulai tiga puluh menit lagi. Tapi niatnya tak terwujud ketika aroma khas Jung Yunho tercium olehnya.

‘Jung Yunho, pergilah’ doa Jae Joong karna kini jantungnya berdebar-debar.

Yunho dan Jae Joong memang jarang terlibat percakapan. Mereka hanya berbicara seperlunya saja. Tapi hari ini Jae Joong mengumpat dalam hati dengan Yunho yang mendekatinya.

Tidak! Jae Joong tak tahan dengan situasi seperti ini. Ini sangat aneh dan membuatnya tak nyaman. Perlahan, Jae Joong membuka matanya dan menemukan Yunho berdiri disampingnya.

‘Oh Tuhan~ ini tak baik untuk jantungku’ keluh Jae Joong saat menyadari Yunho menatapnya dengan lembut.

“Jika kau mengantuk, istirahtlah sejenak diruang Leeteuk hyung. Ia hari ini datang siang” ujar Yunho ketika dilihatnya Jae Joong sudah membuka matanya dan duduk tegak.

“Tidak. Aku ke kamar mandi saja dulu untuk mencuci muka lalu memesan kopi. Masih ada waktu sebelum jam kantor bukan? Kau mau kopi?” Ujar Jae Joong ketika ia beranjak dari duduknya dan menatap jam di dinding.

“Suruh saja bibi Hwang membuatkanmu kopi”

Jae Joong menggelengkan kepalanya. “Aku beli saja. Kau mau tidak?” dan Yunho hanya menganggukkan kepalanya.

Nah.. Aneh bukan tingkah keduanya? Mereka memang seperti itu dan Yoochun lah yang sangat tak mengerti. Ia sudah berkali-kali bertanya pada keduanya dan mendapat jawaban yang sama.

“Memangnya kami kenapa?” Jawab keduanya dilain waktu dan tempat pada Yoochun.

*******

Jae Joong saat ini sedang duduk di kantin kantornya. Ia menyandarkan tubuhnya pada kursi dan memegang secup kopi panas dan sesekali meniupnya lalu meminumnya perlahan.

Ruangan itu sepi. Hanya ada Yunho dan Jae Joong. Saat ini mereka berada dalam ruangan yang terkunci.

“Kenapa tak membangunkanku jika sudah malam seperti ini huh?”

“Kau terlihat lelah. Aku tak tega membangunkanmu”

“Ya. Tak tega membangunkanku dan malah membuat kita terkurung diruang ini. Masa aku harus tidur disofa? Badanku bisa sakit semua, Yunho-ah”

“Jae. Tenanglah. Tak usah panik seperti itu. Aku sudah menelpon Leeteuk hyung agar mengirimkan orang untuk mengeluarkan kita dari sini”

“Ya. Kau sudah mengatakan itu sejak satu jam yang lalu. Kau menyebalkan”

“Aku menghawatirkan keadaanmu. Kau bilang tadi sakit kepala tapi tak mau minum obat, jadi kusuruh istirahat saja. Apa kau tak bisa melihat perhatian yang kuberikan selama ini huh?”

Ucapan Yunho membuat Jae Joong terdiam. Baru kali ini mereka berbicara panjang dan tak menyangkut pekerjaan. Tapi malah membuat Jae Joong tak tahu harus menjawab apa.

“Apa harus kukatakan? Apa kau tak bisa melihat dan merasakannya? Aku menyukaimu entah sejak kapan”

Jae Joong menghela nafas ketika mengingat mimpinya semalam.

Ahh jadi ini sebabnya kau merasa masih mengantuk huh Kim Jae Joong? Dan mau melanjutkan mimpi itu eoh? Tsk~

*******

Yunho sedang duduk dimejanya ketika Jae Joong menyodorkan cappucinno hangatnya. Jika Jae Joong memang meminum kopi, lain halnya dengan Yunho. Kopi yang dimaksud adalah bukan murni kopi tapi sudah diolah sedemikian rupa.

“Terima kasih” ucap Yunho saat ia mengambil cappucino itu dan menatap mata bulat nan bening itu.

“Hmm” hanya gumaman yang diberikan Jae Joong dan ia berjalan menuju mejanya dan memulai pekerjaannya.

‘Ada apa dengannya?’ Pikir Yunho.

Tak terasa hari sudah siang ketika Jae Joong mendapat email dari kepala divisinya.

“Tanggal 10 Maret nanti, kita akan melakukan tukar hadiah. Semua karyawan wajib menyiapkan hadiah itu yang dibungkus dengan kertas putih. Budget hadiah 20.000 won. Tak boleh makanan dan minuman”

Jae Joong segera melihat kalender. Ia menghela nafas ketika melihat masih ada waktu dua minggu untuk mencari hadiah itu. Kemudian ia menoleh ke Yoochun “Kau ingin membeli apa untuk tukar hadiah nanti, Chun?” Tanya Jaw Joong.

“Aku belum tahu, hyung. Lagi pula, kita akan mengambil kertas dahulu untuk menentukan hadiah apa yang akan kita beli untuk orang itu”

“Orang itu?”

“Nee~ kita akan mengambil sebuah kertas yang berisi nama seseorang yang bekerja disini”

“Mwo? Lalu kita akan memberikannya langsung?” Tanya Jae Joong dengan sedikit kaget.

“Ya. Seperti tahun kemarin. Dan kita tak boleh memberitahu nama seseorang itu. Jika kau tak kenal dengan orang itu, kau harus mencari tahunya sendiri dan kita mengumpulkannya. Tidak memberikannya secara langsung” jelas Yoochun membuat Jae Joong melebarkan matanya.

“Jadi bukan per lantai? Semoga aku mendapat nama orang yang kukenal” ujar Jae Joong sedikit lega mendengar kata dikumpulkan dan kembali bekerja.


“Ambillah” sebuah wadah bening disodorkan pada Jae Joong oleh suara husky.

“Ya! Kau mengagetkanku, Chun. Apa ini?” Ujar Jae Joong dan bertanya ketika melihat Yoochun membawa wadah dan menyodorkan padanya.

“Seperti yang kubilang kemarin. Kertas dengan nama seseorang yang akan kau berikan hadiah”

Jae Joong memasukkan tangannya sambil berdoa semoga ia mengenal orangnya. Ia mengambil gulungan kecil kertas itu dan perlahan membukanya.

Y adalah huruf awal yang ia lihat saat membuka kertas itu.

U huruf keduanya dan membuat Jae Joong semakin penasaran.

N dan H membuat debaran jantung Jae Joong makin tak karuan.

‘Tenang Jae.. Bukan hanya nama Yunho di kantor ini, masih ada Yunhwa anak lantai tiga. Yunhye anak lantai satu.’

Dan huruf terakhir ternyata adalah… O.

Voila~ doanya terkabul. Sebuah nama yang ia kenal dan tentu saja yang membuat jantungnya selalu berdetak cepat.

YUNHO?? Oh Tuhan~” Jae Joong menghela nafas dan melipat kembali kertas itu lalu memasukkannya kesaku celananya.

..To be continued…

a/n :

Chukkaeee untuk Rilisnya Full MV Jae Joong – Mine

It’s so Dark, but cool, humm~

Karna daku ga bisa bikin ff yang berGenre Fantasi (padahal mau bangat bikin JJ jadi vamp!), jadi daku bikin dengan tema ini sajalah, kkk~

Wanna Gimme Your Review…??